Dubai Inginkan Robot dari 25% Pasukan Kepolisianya di Tahun 2030

Pada hari Rabu,24 Mei,Dubai meluncurkan robot polisi baru yang menandai tahap pertama integrasi robot ke dalam kepolisaian.Robot ini adalah modivikasi dari versi REEM robot (Didisain oleh PAL robotics dan unveiled tahun 2011) yang manpu masukan video ke pusat Komando,meneruskan laporan kejahatan ke polisi,menyelesaikan denda,pengenalan wajah,dan berbicara sembilan bahasa.Robot ini akan beroperasi di sebagian besar Mal dan tempat-tempat wisata.
Dengan tahap berikutnya menggunakannya sebagai resepsionis di kantor polisi.Brigadir Khalid Nasser Alrazooqi,Direktur Jendral Departemen Pelayan Polisi Kepolisian Dubai, mengatakan kepada CNN bahwa mereka pada akhirnya ingin melepaskan sebuah "robot fungsional yang dapat bekerja penuh sebagai petugas polisi normal.

SHERIFF BARU DI KOTA?

Kekhawatiran etika terbesar yang diangkat oleh perkembangan ini menyangkut siapa yang bersalah jika robot membuat keputusan yang salah dan menyakiti seseorang dalam situasi kejahatan. Elon Musk, Steven Hawking, dan ilmuan lainnya telah mengidentifikasi AI sebagai resiko eksistensial yang serius, dengan alasan bahwa robot seharusnya tidak diizinkan untuk membunuh orang.

Alan Winfield, profesor etika robot di Univercity of West England, menulis tentang masalah ini di Blog-nya."Masalahnya adalah Anda tidak bisa membuat mesin bertanggung jawab atas kesalahannya," kata Winfield dalam sebuah wawancara dengan CNN. "Bagaimana Anda menghukumnya?Bagaimana Anda memberi sanksi? Anda tidak bisa."

Sekian pembahasan tentang teknologi Robot yang ada di Dubai saat ini,jika ada masukan tolong tulis di komentar Terimakasih

Thanks To : Futurism.com

Đăng nhận xét

Mới hơn Cũ hơn